Saturday, 24 May 2014

Pemuda yang Cerdas dan Berani Berdebat

Pada sekitar tahun 1967, setelah berhasil menamatkan sekolah di American School yang ada di Inggris, Prabowo diajak orang tuanya kembali ke Indonesia. Ketika itu, usia Prabowo 21 tahun. Walau masih tergolong muda, tetapi karakter Prabowo sudah terlihat jelas bahwa ia akan menjadi pemuda yang cerdas dan berani berdebat. Hal ini terlihat mana kala ia suka bergaul dengan para politikus senior, termasuk juga berdebat dengan mereka. Tidak hanya itu, Prabowo juga berani berdebat dengan intelektual-intelektual senior seperti Soe Hok Gie dan Sudjatmoko. Di mata dua intelektual itu, Prabowo adalah pemuda yang cerdas, cepat memahami persoalan, dan juga berani berdebat. Bahkan, Soe Hok Gie juga pernah menulis kesan tentang Prabowo ini di buku hariannya. Dalam kesehariannya, rupa-rupanya Prabowo diketahui sangat gemar membaca buku-buku politik, di antaranya karya George Mc Turnan Kahin dan karya Leo Tolstoy, sastrawan Rusia yang banyak menulis buku politik. Selain itu, Prabowo jua diketahui mengagumi tokoh-tokoh perlawanan, seperti Che Guevara dan Yasser Arafat. Tidak ketinggalan, gerakan antikolonialisme Mesir yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser juga sangat dikagumi Prabowo. Mungkin, inilah yang menjadi penyebab mengapa selama ini Prabowo tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan berani berdebat.

No comments:

Post a Comment